mengintip prosa

Prosa merupakan karangan bebas, bisa berbentuk cerpen, dongeng, maupun Novel.

ada perbedaan mendasar diantara ketiganya, yaitu :

  1. Dongeng merupakan jenis prosa yang imaginatif, yang dibumbui dengan khayalan yang liar dan tidak mungkin terjadi. Dongeng ini sangat efektif untuk digunakan sebagai media penanaman norma-norma serta pesan2 yang esensial untuk disampaikan
  2. Cerpen atau cerita pendek memiliki karakteristik alur ceritanya sederhana. dengan tokoh yang terlibat tidak terlalu banyak, dengan durasi serta latar yang terbatas. biasanya cerpen didesain untuk selesai dibaca dalam 10 menit sampai 1/2 jam.
  3. Novel, merupakan cerita fiktif yang mengisahkan secara utuh suatu problematika atau tokoh . BIasanya bermulai dengan suatu permasalahan dan diakhiri sampai kepada solusinya, sehngga memiliki alur yang rumit, dengan melibatkan tokoh yang lebih banyak daripada cerpen, tema yang kompleks serta latar dan waktu yang luas dan lama

dari ketiganya juga memiliki unsur yang sama juga diantaranya :

  1. tema ( ide pokok cerita )
  2. Alur ( jalan cerita)
  3. Latar ( setting tempat dan waktu )
  4. Penokohan ( oemunculan mecam tokoh beserta karakteristik masing-masing )
  5. Sudut pandang ( sisi pandang penulis membuat prosa )
  6. Amanah (pesan moral yang akan disampaikan)
  7. gaya Bahasa ( tipe penyampaian penulis dalam bahasa yang digunakan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s