Tag

, , , , , , ,

Kalau mendengar kalimat “garuda di dadaku”, pasti semua akan mengingat group band netral dan sepakbola. Ya…memang benar, karena notabene lagu yang dinyanyikan netral ini menjadi salah satu theme song dari film yang mengangkat tema sepakbola. Menurut kalian apa yang kalian rasakan saat mendengar lagu tersebut berbarengan dengan menonton laga timnas Indonesia? bersemangat?. Yup benar…serasa seluruh kekuatan yang ada, akan kita berikan kepada timnas sepakbola indonesia. Hebat sekali ya, efek dari lagu ini.

Banyak sisi-sisi positif yang diselipkan dalam lagu ini. Patriotisme, semangat, pantang menyerah, kepercayaan diri atas kemampuan orang lain, optimisme, dan yakin masih banyak lagi yang lainnya. Kita tentu juga akan sepakat kalau lagu ini memang bagus dan memberikan manfaat positif bagi pendengarnya. Di tengah degradasi moral serta kebangsaan yang ada dalam tiap diri warga Indonesia, lagu ini memberikan pencerahan yang lain tentang hal tersebut. Masih banyak lagi yang lain diantaranya lagu “bendera” yang dinyanyikan oleh cokelat.

Jika dibandingkan dengan tema lain yang ada dalam dunia musik, prosentase yang lagu yang mengusung nilai moral sangatlah kecil. Banyak yang cenderung untuk suka terhadap lagu bertema bebas, cinta, perselingkuhan. Sungguh sayang sekali, padahal media lagu ini merupakan salah satu hal yang sangat efektif menanamkan nilai karakter kebangsaan kita.

Dari sisi sains, aransemen dan syair dalam lagu menjadi ruh yang sangat vital, semakin suatu lagu menggunakan aransemen yang tepat dengan kombinasi syair yang simpe, suatu lagu menjadi hal yang mudah diingat dan akan disukai. Pada akhirnya menjadi lagu yang banyak dinyanyikan dari berbagai level umur. Di saat hal itu terjadi maka lagu teresbut tergolong sukses.

Bertolak dari hal tersebut, maka penanaman karakter bangsa melalui lagu ataupun seni budaya menjadi salah satu solusi yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Diantaranya,  perlu disemarakkan kembali event-event yang berokus kepada eksplorasi dan inovasi berubungan dengan penanaman karakter bangsa. Ini sangat kontradiktif dengan yang berlangsung sekarang, perhargaan musik yang ada lebih kepada polling lagu terpopuler atau lagu dengan penjualan kaset terbanyak. Bagaimana menurut anda?